Tempoinvestigasi.com
SIMALUNGUN — Ratusan hektare tanaman kelapa sawit muda milik PTPN IV Kebun Marihat Regional 2 dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan hama ulat kantung.
Serangan terjadi di dua lokasi utama, yakni TT 2021 di Mayangan dan TBM-3 TT 2022 di sekitar Blok 07 HI Afdeling 3.Kondisi ini memicu dugaan bahwa anggaran pemeliharaan dan penanggulangan hama ulat tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Temuan di lapangan oleh awak media menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Tanaman sawit usia tiga- empat tahun tampak seperti tidak dilakukan pemeliharaan dan penanggulangan rutin.
Pelepah-pelepah terlihat mengering seperti terbakar, dan sebagian besar pucuk tanaman habis dimakan ulat kantung. Di Blok 21 Afdeling 3, kerusakan dinilai sangat masif sehingga diperkirakan produksi sawit di lokasi tersebut akan anjlok drastis pada tahun mendatang.
Beberapa sumber internal yang ditemui awak media menyampaikan bahwa serangan ulat sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu, namun penanganan serius tidak kunjung dilakukan. Mereka menduga dana untuk pemberantasan hama dan perawatan tanaman sawit muda tidak turun ke lapangan sebagaimana seharusnya.ucap sumber internal.
“Kalau pemeliharaan jalan, tidak mungkin separah ini. Sudah berkali-kali dilaporkan, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan khusus. Heran juga ke mana anggarannya,” ujar seorang pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Situasi ini juga menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pemrrhati dan sosial kontrol mengenai kejelasan penggunaan anggaran.
Pemerhati perkebunan Bosar Sinaga menduga ada indikasi bahwa dana perawatan, termasuk biaya pestisida dan kegiatan pengendalian hama, tidak dialokasikan sepenuhnya ke lapangan, sehingga berdampak langsung pada tingginya intensitas serangan ulat.
Padahal anggaran perawatan dan pemberantasan hama ulat dan hama lainnya yang digelontarkan oleh Holding Perkebunan melalui PTPN IV Palmco tidak terbatas tapi hasinya di lapangan sangat mengecewakan,Kami menduga biaya untuk pemberatasan hama dimark up oleh oknum oknum pejabat di regional-2.pungkasnya.
Pemerhati Perkebunan dan sosial kontrol berharap Dirut PTPN IV Jatmiko Santosa dan Region Head Regional-2 Budi Sasanto segera turun kelapangan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit penggunaan anggaran pemeliharaan tanaman muda. Jika tidak segera ditangani, kerusakan tanaman sawit usia muda bukan hanya mengancam keberlangsungan produksi tahun depan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian besar jangka panjang bagi perusahaan.
Hingga berita diterbitkan tampak Manajer Grup Unit 1 Regional 2, Maseli Lahagu, serta Manajer Unit Marihat, Andi Sahatma Purba, terlihat melakukan pemeriksaan mendadak di lokasi serangan, Senin(1/12/25). Namun dari pantauan dan informasi yang digali awak media, tidak ada langkah teknis maupun program pemulihan yang nyata dalam mengatasi kerusakan tanaman sawit muda yang semakin meluas terkena serangan.Red/BS



