BRI Pematangsiantar Dorong Kemandirian Finansial Santri Lewat Tabungan SimPel pada Hari Santri Nasional 2026

Tempoinvestigasi.com

SIMALUNGUN – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Pematangsiantar terus mengambil peran dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyerahan secara simbolis buku rekening Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) kepada para santri dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 Kabupaten Simalungun. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Kamis (22/10/2026), menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini, termasuk di lingkungan pendidikan keagamaan.

Penyerahan buku tabungan dilakukan oleh Funding Transaction Manager BRI Kantor Cabang Pematangsiantar, Syahlun Sirait, yang hadir mewakili Pemimpin Cabang BRI Pematangsiantar, Alvin Nur Muhammad. Kehadiran BRI dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan sektor perbankan terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia, khususnya para santri yang tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki pengetahuan agama, tetapi juga diharapkan mampu memahami pentingnya perencanaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengenalan produk tabungan sejak dini, para santri didorong untuk membangun kebiasaan positif yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 Kabupaten Simalungun tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, S.IP., M.Si., yang mewakili Bupati Simalungun. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta para santri dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan dunia usaha dalam mendukung pendidikan serta pemberdayaan generasi muda. Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bahwa kecakapan finansial merupakan salah satu bekal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Syahlun Sirait menyampaikan bahwa Tabungan SimPel merupakan salah satu bentuk dukungan nyata BRI terhadap penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan mengelola keuangan secara bijak. Menurutnya, budaya menabung perlu diperkenalkan sejak usia dini agar anak-anak dan remaja terbiasa menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pada masa mendatang. “Melalui Tabungan SimPel, kami ingin mengedukasi adik-adik santri untuk membiasakan menabung dan mengelola keuangan sejak dini. Harapannya, kebiasaan positif ini dapat menjadi bekal berharga dalam mempersiapkan masa depan mereka,” ujar Syahlun. Ia berharap, langkah sederhana tersebut dapat menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran finansial di kalangan santri.

Lebih lanjut, pengenalan layanan perbankan kepada pelajar dan santri dinilai sebagai langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan lebih luas dalam menghadapi perkembangan zaman. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga perlu diimbangi pemahaman mengenai cara mengatur pemasukan, menentukan prioritas kebutuhan, serta membangun kebiasaan menabung. Dalam konteks tersebut, Tabungan SimPel hadir sebagai sarana untuk memperkenalkan layanan keuangan formal dengan pendekatan yang sesuai bagi kalangan pelajar. Produk ini dirancang dengan persyaratan sederhana dan kemudahan akses sehingga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik, sekaligus memperluas pemanfaatan layanan perbankan di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, BRI Pematangsiantar juga menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara sektor perbankan, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan dalam memperkuat literasi serta inklusi keuangan. Kolaborasi ini diperlukan agar pengenalan layanan keuangan tidak berhenti pada pembukaan rekening semata, tetapi dapat berkembang menjadi proses edukasi yang mendorong pelajar dan santri memahami manfaat menabung serta mengelola uang secara bertanggung jawab. Pemimpin Cabang BRI Pematangsiantar, Alvin Nur Muhammad, melalui perwakilannya, menyampaikan bahwa BRI senantiasa berupaya menghadirkan layanan perbankan yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan santri. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk memperluas akses keuangan sekaligus mendukung pembangunan masyarakat.

BRI berharap hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun dapat terus diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Tidak hanya dalam meningkatkan pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan, sinergi tersebut juga diharapkan mampu mendukung pemberdayaan ekonomi, pengembangan pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Dalam hal ini, keterlibatan perbankan di lingkungan pendidikan keagamaan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap terciptanya kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal layanan keuangan formal. Dengan membangun kebiasaan menabung sejak dini, para santri diharapkan memiliki fondasi yang lebih baik untuk merencanakan kebutuhan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan secara mandiri.

Melalui penyerahan buku rekening Tabungan SimPel pada peringatan Hari Santri Nasional 2026, BRI Kantor Cabang Pematangsiantar kembali menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong terbentuknya generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual dan keteguhan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga cakap dalam mengelola keuangan serta mampu mengambil keputusan finansial secara bijaksana. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, BRI berharap budaya menabung semakin tumbuh di kalangan pelajar dan santri, sehingga dapat berkontribusi terhadap lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, mandiri, berdaya saing, dan siap mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.Red/tim.

Pos terkait