Carut-Marut Pengadaan Baju Olahraga SDN di Simalungun: Kepsek Bingung, Timses Mengatur, Dinas Bungkam

TempoInvestigasi.com

Simalungun, Sumut

Bacaan Lainnya

Dunia pendidikan di Kabupaten Simalungun kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, kisruh melanda pengadaan baju olahraga untuk siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN), yang diduga diperebutkan oleh sejumlah pihak yang mengaku sebagai tim sukses (timses) Bupati.

Ketegangan bermula ketika para kepala sekolah dan koordinator wilayah (Korwil) mulai menerima banyak pesan maupun telepon dari beberapa orang yang mengaku sebagai “orang dekat Bupati” dan tim sukses.
Mereka meminta agar proyek pengadaan baju olahraga dialokasikan kepada pihak tertentu.

“Nanti pengadaan baju olahraga SD lewat kami ya, itu perintah dari “SB” ibu,” ujar “WS “melalui pesan WhatsApp kepada kepala sekolah, sebagaimana kejadian tersebut disampaikan oleh beberapa kepsek kepada awak media
Sabtu/(12/07/25).

Pernyataan itu justru bertentangan dengan instruksi Ketua Korwil Berto Saragih di grup WA yang menyebutkan bahwa,”pengadaan harus melalui rekanan bernama”Putra Solo”. Ketidaksesuaian instruksi ini semakin menambah kebingungan di kalangan para kepsek.

“Kami benar-benar bingung, perintah berbeda-beda, semua mengaku tim sukses. Kami minta arahan ke Dinas, malah tak dijawab,” ujar salah satu kepala sekolah SDN yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ironisnya, ketika beberapa kepala sekolah mencoba mencari kepastian dengan menghubungi Dinas Pendidikan melalui pejabat terkait, termasuk Kabid diknas, mereka tidak mendapatkan respon. Tidak adanya surat resmi dari dinas membuat para kepala sekolah merasa seperti dibiarkan menghadapi tekanan sendiri.

“Harusnya ada surat resmi dari dinas agar kami tidak bingung. Sekarang semua serba abu-abu, takut nanti kami disalahkan,” ucap salah satu kepsek SD di Simalungun Bawah menambahkan.

Jhon F Girsang seorang pemerhati pendidikan Siantar-Simalungun mengatakan Situasi ini menimbulkan keresahan besar di kalangan para pendidik, yang merasa terjebak di antara tarik-menarik kepentingan politik dan minimnya arahan resmi dari dinas pendidikan.

Iya berharap agar Bupati Simalungun, DR Anton Saragih, turun tangan langsung untuk menertibkan dan menghentikan intervensi oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan timsukses dan orang dekat Bupati,sebab jika dibiarkan, praktik seperti ini berpotensi mencoreng citra Pemkab Simalungun serta merusak tatanan pendidikan yang seharusnya steril dari kepentingan politik praktis.ucapnya.Red/BS

Pos terkait