Tempoinvestigasi.com
Simalungun – Produksi Afdeling 6 Kebun Bahjambi regional-2 mulai tahun lalu hingga saat ini dilaporkan mengalami penurunan yang signifikan.Hal tersebut diduga dipicu oleh maraknya aksi pencurian tandan buah segar (TBS) atau yang kerap disebut “ninja sawit”, serta serangan hama ulat kantong/api yang meluas di areal tanaman muda.
Aksi pencurian disebut-sebut kerap terjadi di Blok 07, afdeling 6 Nagori Silau Manik,berdasarkan keterangan dari berbagai sumber di lapangan, praktik pencurian berlangsung secara terang terangan hingga saat ini dan tidak mampu diatasil oleh manajemen kebun Bahjambi regional-2.
“Saat ini ninja sawit di areal tersebut terkesan leluasa,pengawasan yang dilakukan dianggap masih belum maksimal sehingga pencurian terus berulang,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Selain faktor keamanan, pemicu lain anjloknya produksi di areal afd 6 adalah serangan hama ulat kantong yang sangat masif menyerang tanaman muda tahun tanam 2021 dan ulat api di areal TM Afdeling 6.
Berdasarkan investigasi media beberapa waktu lalu, ditemukan ratusan hektare tanaman muda tampak seperti terbakar akibat serangan hama ulat kantong yang diduga jenis Matesa plana dan Mahasena corbetti.
Tanaman yang tengah memasuki puncak produksi itu mengalami kerusakan parah pada bagian daun, sehingga menganggu proses fotosintesis yang berdampak langsung pada penurunan produktivitas.
Kondisi tersebut semakin memperburuk capaian produksi afdeling 6 yang tahun lalu diduga minus hingga 2.000 ton dari target RKAP.akibat kombinasi pencurian dan serangan hama, secara keseluruhan Distrik 1 Regional 2 Kebun Bahjambi dikabarkan masuk dalam daftar merah pencapaian hasil produksi.
Sementara itu, Manajer Kebun Bahjambi Regional-2 M Reza Siregar, ketika dikonfirmasi awak media,melalui pesan Aplikasi Whatapps,Selasa,(3/3/26)
terkait anjloknya produksi TBS afdeling 6 maupun kondisi produksi secara umum,hingga berita ini diterbitkan eks Manajer Kebun Bukit lima tersebut tidak kunjung mau membalas.
Situasi ini memunculkan keprihatinan berbagai pihak terhadap jajaran petinggi PTPN IV Regional-2 dalam mengelolah aset perusahaan dan berharap agar manajemen Kebun Bahjambi segera mengambil langkah konkret, baik melalui peningkatan pengamanan di areal yang rawan pencurian maupun percepatan pengendalian hama, guna memulihkan produksi dan mencegah terjadinya kerugian perusahaan yang lebih besar dan berkepanjangan.Red/RG



