TEMPOINVESTIGASI.COM
SIMALUNGUN — Distribusi Tandan Buah Segar (TBS) milik Afdeling 5 PTPN IV Regional-2 Kebun Marihat tujuan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Bahjambi kembali menjadi sorotan tajam.
Pasalnya terdapat dua truk pengangkut TBS milik vendor beberapa bulan terakhir kerap melintasi jalur di luar rute resmi yang ditetapkan perusahaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kru media, jalur distribusi resmi pengangkutan TBS dari afdeling 5 Kebun Marihat menujuh PKS Bahjambi seharusnya melintasi jalur Jalan Asahan kota Pematangsiantar sesuai pola operasional dan ketentuan kerja pengangkutan yang berlaku.
Namun anehnya , ditemukan dua unit truk pengangkut TBS yang justru melintasi jalur Tanah Jawa dengan arah berlawanan arah dari rute resmi.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya permainan ilegal distribusi TBS yang berpotensi mengarah pada praktik pemangkasan tonase maupun penggelapan buah milik perusahaan sebelum masuk ke PKS Bahjambi.
Jalur lintas Tanah Jawa masuk simpang nagojor menujuh PKS Bahjambi selama ini dikenal rawan terhadap praktik pemangkasan TBS maupun penyimpangan muatan,hal itu karna rute tersebut melintasi jalan sepi dan rawan pencurian.
Ironisnya, di saat dua unit truk vendor tersebut menggunakan jalur alternatif, sejumlah truk pengangkut TBS Afdeling 5 lainnya tetap melintasi jalur resmi menuju PKS Bahjambi.perbedaan pola distribusi itu menimbulkan tanda tanyak besar di kalangan karyawan dan elemen masyarakat
Sejumlah sumber internal menyebutkan, penggunaan jalur di luar ketentuan operasional sangat berpotensi menimbulkan kerugian perusahaan apabila tidak disertai pengawasan ketat terhadap tonase, waktu tempuh, hingga kesesuaian muatan TBS yang diterima pabrik.
Pemerhati Perkebunan B.Sinaga menilai, sistem distribusi angkut TBS di lingkungan perusahaan perkebunan milik negara seharusnya menerapkan pengawasan yang ketat,terukur dan terdokumentasi guna mencegah terjadinya penyimpangan.
karna proses pendistribusian TBS merupakan bagian penting dalam menjaga aset perusahaan,baik itu kualitas rendemen dan akurasi tonase produksi hingga sampai ke pabrik.apalagi kita lihat truck vendor tersebur tidak mengunakan jaring pengaman dan kerap bongkar muatan di malam hari sehingga berpotensi melakukan penyimpangan.ungkap sinaga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN IV Regional-2 Kebun Marihat belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penggunaan jalur yang tidak sesuai ketentuan tersebut.
Upaya konfirmasi yang dilakukan kru media kepada pihak manajemen PTPN IV Kebun Marihat selalu tersendat disebabkan Manajer Andi Sahatma Purba dan jajaran saat ini,alergi terhadap konfirmasi awak media.Red/tim.



