Tempoinvestigasi.com
Serdang bedagai — Proyek Tanaman Ulang (TU) di Afdeling 2 PTPN IV Kebun Gunung Pamela Regional-1 Tahun Anggaran(TA) 2025 yang berlokasi di Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, kembali menjadi sorotan publik.
Pasalnya, dalam pelaksanaan di lapangan ditemukan bibit kelapa sawit yang ditanam diduga telah berumur lebih dari satu tahun atau masuk kategori “over age”. Penggunaan bibit yang tidak sesuai standar tersebut dinilai berpotensi merugikan perusahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Berdasarkan hasil investigasi awak media yang terjun ke lapangan menemukan bibit sawit yang digunakan dalam proyek TU tersebut diperkirakan berumur sekitar 1,5 hingga 2 tahun
Kondisi ini dinilai tidak sesuai standar teknis penanaman yang menjadi acuan PTPN IV Palmco maupun spesifikasi yang umumnya tertuang dalam kontrak pekerjaan Tanaman Ulang.
Bibit yang terlalu lama berada di pembibitan biasanya mengalami akar melingkar di dalam polybag serta pertumbuhan yang stagnan, sehingga sulit beradaptasi ketika dipindahkan ke lapangan.
Selain itu, bibit sawit over age juga berpotensi mengalami stres tanam yang lebih tinggi dibandingkan bibit dengan umur ideal sehingga kedepan berpotensi merugikan perusahaan.
Tanaman sawit yang berumur 2 tahun cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi, sehingga pertumbuhan awal menjadi lambat. Dampak ini berpengaruh langsung terhadap performa produksi tanaman di masa mendatang, termasuk keseragaman pertumbuhan dan potensi terhadapan terganggunya produksi kebun.
Dampak lainnya, penggunaan bibit over age dapat menyebabkan keterlambatan produksi. Tanaman sawit yang ditanam dengan bibit terlalu tua biasanya lebih lambat menghasilkan tandan buah segar (TBS).
Bahkan, umur mulai panen dapat mundur antara 6 hingga 12 bulan dengan produksi awal yang relatif lebih rendah. Kondisi tersebut tentu berdampak pada kerugian ekonomi karena masa tanaman belum menghasilkan menjadi lebih panjang dari perencanaan.
Tidak hanya itu, sistem perakaran bibit yang terlalu lama di dalam polybag juga menjadi tidak normal. Akar yang melingkar (root bound) menyebabkan perkembangan akar di lapangan tidak maksimal.
Akibatnya, tanaman lebih mudah rebah saat angin kencang, rentan terhadap kekeringan, mudah layu setelah tanam, bahkan berisiko mati saat musim kemarau. Kondisi tersebut sering memaksa perusahaan melakukan penyisipan atau replanting, yang pada akhirnya menambah biaya operasional.
Secara teknis, standar bibit sawit ideal untuk ditanam berada pada usia 10 hingga 12 bulan, dengan tinggi sekitar 80–120 cm, memiliki 10–13 helai daun, serta sistem perakaran yang belum melingkar.
Terkait penggunaan bibit over age di proyek TU Afdeling II Kebun Gunung Pamela Regional-1 berpotensi menimbulkan kerugian terhadap produktivitas dan efisiensi perusahaan dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, manajer PTPN IV Kebun Gunung Pamela Regional-1 Suparlan saat dimintai tanggapan oleh awak media melalui pesan aplikasi mesengger WhatsApp,minggu,(05/04/26) terkait adanya temuan bibit sawit yang tidak layak tanam “over age” dilokasi TU afdeling 2 Kebun Pamela enggan memberikan jawaban.Red/Rg



